Diversifikasi Sumber Listrik untuk Ketahanan dan Kemandirian Energi Indonesia

JAKARTA – Salah satu tantangan dalam melaksanakan transisi energi di sektor ketenagalistrikan Indonesia adalah dominasi batu bara sebagai sumber pembangkit listrik utama. Hingga 2020, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat 50,3 persen dari listrik di Indonesia dihasilkan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Uap batu bara. Selain sebagai sumber energi listrik, batu bara merupakan komoditas ekspor yang berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak dan memberikan dampak positif pada neraca dagang Indonesia. Pada 2019, International Energy Agency menempatkan Indonesia sebagai eksportir batu bara terbesar di dunia dengan jumlah ekspor sebesar 455 metrik ton dan valuasi sebesar USD 34 miliar, jika asumsi per ton senilai USD 75. Fakta ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk menemukan strategi dekarbonisasi bidang berbasis energi, khususnya di sektor ketenagalistrikan, sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi.

Indonesia-Swedia Menandatangani Kerjasama "Blue Economy" Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi baru

STOCKHOLM – Mewakili Indonesia, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menandatangani Pernyataan Bersama (Joint Statement) dengan Menteri Infrastruktur Swedia Thomas Eneroth serta Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim/Deputi Perdana Menteri Swedia Per Bolund di Stockholm, Swedia, Senin (25/10). Dalam dua pertemuan terpisah, Menteri Suharso membahas rencana Indonesia untuk mewujudkan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Ekonomi Biru merupakan salah satu strategi dalam Transformasi Ekonomi Indonesia yang saat ini sedang didesain ulang oleh Kementerian PPN/Bappenas. Menjelang Konferensi Perubahan Iklim 2021 (COP26), Indonesia dan Swedia sepakat bahwa sebagai negara kepulauan maka ekonomi biru merupakan potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk pemulihan paska COVID-19 dan transformasi ekonomi demi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Bappenas Nobatkan 3 Provinsi Terbaik dalam Pencapaian Pelaporan Aksi PRK

JAKARTA – Kementerian PPN/Bappenas melalui Sekretariat Low Carbon Development Indonesia (LCDI) menggelar Webinar A Journey of Aksara “Indonesia Monitoring, Evaluation, and Reporting Tool for Low Carbon and Climate Resilient Development” secara daring, Kamis (14/10). Webinar yang sekaligus menjadi agenda pamungkas LCDI Week 2021 ini membahas peran Aplikasi Perencanaan Pemantauan Aksi (Aksara) yang berperan untuk menyediakan data dan informasi Pembangunan Rendah Karbon (PRK) dan Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI) dan menyediakan sistem pengumpulan pelaporan capaian aksi PRK dan PBI.

Bahas Urgensi Pembangunan Rendah Karbon, Bappenas Helat LCDI Week 2021

JAKARTA – Untuk membangun diskursus publik terkait urgensi penerapan Pembangunan Rendah Karbon (PRK) di Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas melalui Sekretariat Low Carbon Development Indonesia (LCDI) menggelar LCDI Week 2021 pada 11-14 Oktober 2021. Sejumlah agenda utama meliputi pembahasan dokumen Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI), peningkatan peran media, hingga peluncuran Laporan “A Green Economy for a Net Zero Future: How Indonesia Can Build Back Better after Covid-19 with The Low Carbon Development Initiative”.

Hari Maritim Nasional, Bappenas Perkuat Arah Pembangunan Kemaritiman

Indonesia baru saja memperingati Hari Maritim Nasional yang jatuh pada 23 September 2021. Sebagai upaya mencapai target pembangunan sesuai amanat Visi Indonesia 2045, Kementerian PPN/Bappenas merancang Arah Pembangunan Kemaritiman dan Investasi sekaligus memperkuat tiga aspek kemaritiman, yaitu meningkatkan ekonomi maritim, memperkuat kekuatan maritim, dan memperkuat peradaban maritim.  Pertama, meningkatkan ekonomi maritim, berkontribusi sebesar 12,5 persen PDB pada 2045 dengan fokus pada pembangunan konektivitas yang efisien dan efektif, industrialisasi perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing, serta pariwisata bahari yang inklusif. Kedua, memperkuat kekuatan maritim, dengan mewujudkan  kemampuan pertahanan keamanan maritim yang kuat dan andal menghadapi tantangan regional dan global. Ketiga, memperkuat peradaban maritim dengan menciptakan kualitas sumber daya manusia maritim yang unggul, inovasi teknologi kemaritiman, dan budaya maritim yang kuat sebagai basis peradaban bahari.

Berkala
Serta Merta
Setiap Saat

Layanan Lainnya